Langsung ke konten utama

PUISI

 


Tarian Padi

Oleh En-MIM

Aku lahir dari tangan pemuda pemudi

Tumbuh menjadi bayangan merunduk menjadi cita.

 

Tarian Padi

Di atas bentangan sawah, kami mempekerjakan sapi dan menanam padi, keringat bercucuran, cita-citaku cerah membentang.

 

Tarian padi

Ketika pagi menjelang, rih angin mengantarkan kicau burung kepadaku, menjelang siang tandus surya menyengat punggungku, setelah sore mulai beranjak menuju tempat belajar paling nyaman.

 

Sampai di suatu hari, kami memanen cita setelah di besarkan berbulan-bulan lamanya.

 

Gubuk suci 20-November-2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERITA: Bahas Sertifikasi Haji, Prof. Ali beri 4 Kompetensi pada Calon Pembimbing Haji

  M. Ali Aziz, Guru besar UINSA saat memberikan pembekalan sertifikasi haji Reporter & Penulis : Diah Fitriatus Sholihah Selasa (15/12), Kementrian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji bertajuk “Strategi Pembimbingan Manasik Haji dan Ziarah”. Acara ini dilaksanakan secara luring yang bertempat di asrama haji, Embarkasi Surabaya, serta disiarkan secara daring melalui aplikasi Zoom. Acara tersebut mengundang Muhammad Ali Aziz, Guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjadi salah satu narasumber. Ali Aziz menyampaikan beberapa poin kompetensi yang harus dimliki oleh pembimbing haji.  “Orang yang akan menjadi pembimbing haji minimal telah menguasai empat kompetensi ini, yaitu Kepribadian, Profesional, Komunikatif, dan Sosial,” jelas pria yang kerap disapa Prof. Ali tersebut. Menurut Prof. Ali, seorang pembimbing haji harus berakhlak mulia dan bersikap dewasa sehingga pembimbi...

OPINI 1.0

  Dekaden Literasi yang Berujung Apatis Oleh :  Diah fitriatus sholihah  Banyak pepatah mengatakan “membaca adalah jendela dunia”. Ada apa dengan kalimat tersebut? . Beribu motivasi tentang membaca, beribu kata-kata menegaskan bahwa membaca buku adalah dunia ilmu dan pengetahuan. Akan tetapi, kondisi seperti apa yang saat ini terjadi? Miris. Mahasiswa yang dikatakan sebagai agent of change (agen perubahan ), agent of control sosial dan agent of culture tidak lagi mengenal apa itu literasi. Bahkan game online saat ini menjadi asumsi dan tradisi tersendiri di warung kopi. Sedangkan dari subtansi mahasiswa sendiri tidak mengenal, apa itu literasi dan bagaimana menanam serta memupuk budaya revitalisasi yang dulu, agar hidup kembali. Mahasiswa terbagi menjadi dua; pertama, mahasiswa akan belajar saat dihadapkan tugas dan permasalahan, atau kedua, dia akan belajar mempersiapkan sebuah tugas dan permasalahan sebelum menghadapi ujian. Sejatinya seorang agen perubahan tapi, ti...

OPINI 3.0

Media Sosial dan Nilai Nilai Masa Depan by Diah Fitriatus Media Sosial berkembang menjadi ruang public (new public sphere), di ruang ini demokrasi berjalan sebenar-benarnya (atau serusak-rusaknya). Media sosial menjadi ruangan public yang bersifat paling sederajat, tidak ada perbedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan, hak-hak istimewa, pangkat atau sesuatu yang tidak mungkin di dapat dari media dan ruang public lain. Dalam dunia masyarakat ataupun pendidikan saja, tidak mampu untuk sederajat itu, masih ada beberapa derajat sosial  yang menjembatani, dosen-mahasiswa, guru-murid, pandai-bodoh, remaja-dewasa dan sebagainya dalam dunia media sosial. Keyakinan positive atau negative masyarakat  demikian tidak perlu ada, semua adalah sama. Media sosial harus bisa menjembatani ruang komunikasi di dunia nyata yang kadang kaku. Pasca ditemukannya mesin cetak yang bisa dipindah oleh Gutteberg, majalah Koran dan beberapa media cetak dianggap mampu me...